Vaksinasi Mandiri Hanya untuk Karyawan

Siti Nadia Tarmidzi sebagai juru bicara vaksinasi Covid-19 memberikan penjelasan bahwa tidak ada mekanisme yang mengatur vaksinasi covid-19 secara mandiri atau yang membeli secara perorangan. Vaksin covid-19 yang diberikan secara mandiri hanya diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya di bawah naungan perusahaan tersebut. Penggunaan vaksin ini dilakukan oleh perusahaan dan tidak diperjual belikan oleh pihak swasta. Vaksin gotong royong ini adalah vaksin yang dilakukan dengan skala perusahaan, bukan individu.

Program Vaksinasi Gotong Royong

Masyarakat masih dibingungkan dengan aturan pemerintah mengenai pemberian vaksin kepada masyarakat. Saat ini yang sudah mendapatkan vaksin adalah pihak petugas kesehatan dan sudah sampai pada tahap II. Sedangkan atlet yang ada di bawah naungan Kementrian Pemuda dan Olahraga juga sudah mendapatkan vaksinasi namun masih tahap I. vaksinasi sudah dilaksanakan pada Hari Jum’at yang lalu, 26 Februari 2021. Adapun vaksinasi untuk masyarakat secara luas masih belum ditentukan dan tidak ada mekanismenya. Rencana di Bulan Maret, akan dilaksanakan vaksinasi untuk pelayan publik.

Adapun pemberian vaksin covid-19 secara mandiri sebenarnya tidak ada aturan yang dibuat oleh pemerintah. Pihak Kementrian kesehatan hanya memberikan fasilitas kepada perusahaan untuk mengadakan vaksinasi secara mandiri di dalam skala perusahaan sehingga karyawan di bawah naungan perusahaan swasta pun memiliki kesempatan untuk mendapatkan vaksin tersebut. Dengan catatan, pihak perusahaan swasta disediakan vaksinnya oleh pemerintah dan sampai sekarang tidak ada perusahaan swasata yang memperjualbelikan vaksin untuk virus corona.

Siti Nadia menegaskan bahwa avaksinasi gotong royong hanya untuk korporasi dan tidak diperjualbelikan untuk individu. Proses vaksin mandiri tidak sama dengan proses vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk kalangan tertentu. Ada mekanisme yang sudah ditentukan namun untuk kandidat perusahaan yang bisa melakukan vaksin mandiri sampai saat ini pemerintah belum melakukan perincian dan belum ada pengumuman lebih lanjut. Pihaknya mengatakan bahwa jenis vaksin yang digunakan pun tidak sama dengan yang sudah digunakan.

Vaksin covid-19 Mandiri Berbeda dari Pemerintah

Meskipun penyedia vaksin mandiri untuk perusahaan adalah pemerintah namun dari juru bicara vaksinasi covid-19 memastikan bahwa jenis vaksin yang digunakan bukanlah jenis yang sama dengan yang sudah digunakan. Dipastikan bahwa vaksin covid-19 yang digunakan bukan jenis sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavac. Adapun Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikit mengatakan secara resmi bahwa vaksinasi jalur mandiri bisa dilakukan dan telah diperkuat dengan adanya peraturan menteri kesehatan.

Di dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 tahun 2021 yang diterbitkan pada Hari Rabu 24 Februari yang lalu, perusahaan harus melakukan pendataan deposit slot via gopay terlebih dahulu siapa saja yang akan menerima vaksin dan memberikannya kepada Kementrian Kesehatan. Setelah itu akan diproses dan diberikan rincian biaya. Adapun rincian biaya akan dikenakan kepada perusahaan sebagai penanggung jawab sepenuhnya. Saat ini PT Freeport menjadi salah satu perusahaan yang menunggu ijin pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi mandiri di perusahaannya.

Jika sudah ada arahan teknis mengenai pelaksanaan pemberian vaksin covid-19 kepada karyawan maka akan ditentukan lokasinya. Perusahaan diharuskan menyediakan fasilitas kesehatan secara mandiri karena pelaksanakan vaksinasi bukan di fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh pemerintah. Tetapi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI dalam program vaksinasi mandiri ini akan ditanggung oleh pemerintah untuk karyawan yang sudah memiliki BPJS Kesehatan. Namun pihak kemenkes berharap tidak ada kejadian ikutan yang terjadi setelah pemberian vaksin kepada karyawan di perusahaan.