Atlet Pelatnas ‘Sambat’ pada Menpora di Masa Pandemi COVID-19

Kabar terbaru datang dari para atlet pelantas yang sampai sekarang masih menjalani latihan di masapa demi virus Corona yang diberitakan mengadu kepada Menteri Pemuda dan Olahraga atau Menpora Zainudin Amali. 

Atlet-Atlet Pelatnas Mengadu ke Menpora 

Misalnya saja Fathur Gustavian, atlet menembak, yang mengaku dirinya sempat melaksanakan turnamen secara online. dirinya mengaku bahwa banyak peserta yang hadir dalam turnamen tersebut. “Atlet menembak sampai dengan sekarang masih semangat berlatih di rumah masing-masing. Baik Pelatda, mandiri, dan kami tetap menjaga kesehatan juga,”  ungkap Fathur. 

Begitu juga dengan pelatih timnas renang asal Perancis, David Armandoni, yang mengaku mengalami kesulitan karena atlet-atlet yang sudah pulang ke kampung masing-masing tidak memiliki kolam untuk latihan.  Armandoni pasalnya meminta jika memungkinkan  sebaiknya dibuatkan protokol khusus untuk Pelatnas renang supaya bisa kembali lagi berlatih. 

“Sebab tidak memungkinkan renang latihan lewat Zoom tapi harus menyentuh air. Jadi,  mohon bantuan kemenpora untuk bisa membantu dibuat protokol latihan di GBK. virus tidak bisa masuk ke kolam karena ada komposisi kimia yang bisa menetralisir air dan itu aman,”  kata Armandoni dikutip dari CNN Indonesia.

Akan tetapi ada kemungkinan paparan virus di ruang ganti dan juga di tempat lainnya. Dirinya yakin Apabila ada protokol yang diberikan dan bisa dipatuhi seperti yang dilakukan di luar negeri, kondisi kesehatan dari para atlet akan aman.

Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI)pasalnya juga bakal menyampaikan rencana latihan guna menyesuaikan dengan protokol yang dibuat apabila nantinya disetujui oleh pihak pemerintah yaitu kemenpora. Sementara itu Manajer Timnas dayung Budiman Setiawan juga melaporkan Pada Menpora bahwa sekarang ini pemusatan latihan tak terpencar seperti sebelumnya. pemusatan latihan sekarang ini di pindah semuanya ke Waduk Jatiluhur guna mempermudah koordinasi nya. 

Walaupun tetap digelar, Pelatnas dayung tetap dijalankan sesuai dengan protokol pemerintah, seperti misalnya penggunaan masker dan juga penyemprotan cairan desinfektan. “ kami usul jika PON (Pekan Olahraga Nasional 2021) dimajukan ke September karena November ada SEA Games. Dayung harus mempertahankan posisi. Kami takut ini akan jadi terganggu,”  ujarnya dilansir dari CNN Indonesia.

Budiman pun melaporkan rencana Indonesia untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah dari ajang World Beach Games 2023.  wacana tersebut muncul setelah multi event tersebut batal digelar tahun ini. World Beach Games pada mulanya dijadwalkan berlangsung pada tahun 2021 akan tetapi mengikuti besarnya dampak dari pandemic virus Corona dan juga penjadwalan ulang Olimpiade Tokyo 2020 sampai 2021, kemudian asosiasi komite Olimpiade nasional (ANOC), memutuskan untuk menunda ajang tersebut sampai 3 tahun kedepan.

Budiman sekarang ini memberikan saran kepada kemenpora untuk mengikuti bidding lebih awal apabila memang berniat untuk menjadi tuan rumah di World Beach Games 2020. karena apa soalnya Sampai dengan saat ini ada dua kota yang mengajukan diri sebagai tuan rumah yaitu Los Angeles dan Hongkong.

Tanggapan Menpora Zainudin Amali

Kemudian kemenpora Zainuddin Amali menyambut positif saran dari cabang olahraga dayung serta mengatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Ketua National Olympic committee (NOC) yaitu Raja Sapta Oktohari.

“Tadinya memang kami berharap bisa digelar 2021.  tapi karena mundur saya akan komunikasi dengan Okto togel karena yang bidding nanti adalah NOC atas nama negara. Apalagi sudah ada dua negara yang mengajukan diri.  jika 3 tahun lagi pas 2023, tapi di saat itu ada FIBA Basketball World Cup,”  ungkap Amali.